Senin, 27 Maret 2017

BELAJAR




Apa yang disebut belajar dan yang bukan

Pembelajaran (learning) dapat didefinisikan sebagai pengaruh permanen atas perilaku, pengetahuan, dan keterampilan berpikir, yang diperoleh melalui pengalaman.
Tidak semua yang kita tahu itu diperoleh melalui belajar. Kita mewarisi beberapa kemampuan-kemampuan itu ada sejak lahir, tidak dipelajari. Misalnya, kita tidak harus diajari untuk menelan makanan, berteriak, atau berkedip saat silau.

Pendekatan untuk pembelajaran

Behavioral
Penekanan pada pengalaman, terutama penguatan dan hukuman, sebagai determinan dari pembelajaran dan perilaku.

 Kognitif sosial
Penekanan pada interaksi factor perilaku, lingkungan, dan orang (kognitif) sebagai determinan pembelajaran.

Pemrosesan informasi
Penekanan pada bagaimana anak memproses informasi melalui perhatian (atensi), memori, pemikiran dan proses kognitif lainnya.

Konstruktivis kognitif
Penekanan pada konstruksi kognitif dari pengetahuan dan pemahan.

Konstruksivis sosial
Penekanan pada kolaborasi dengan orang lain untuk menghasilkan pengetahuan dan pemahaman.

PENDEKATAN BEHAVIORAL UNTUK PEMBELAJARAN

Pengkondisian klasik (Tokoh : ivan Pavlov)
Adalah tipe pembelajaran di mana suatu organisme belajar untuk mengaitkan atau mengasosiasikan stimuli. Dalam pengkondisian klasik, stimulus netral (seperti melihat seseorang) diasosiasikan dengan stimulus yang bermakna (seperti makanan) dan menimbulkan kapasitas untuk mengeluarkan respons yang sama. Unconditioned stimulus (US) adalah sebuah stimulus yang secara otomatis menghasilkan respons tanpa ada pembelajaran terlebih dahulu. Unconditioned response (UR) adalah respons yang tidak dipelajari yang secara otomatis dihasilkan oleh US. Conditioned stimulus (CS) adalah stimulus yang sebelumnya netral yang akhirnya menghasilkan conditioned response setelah diasosiasikan dengan US. Conditioned response (CR) adalah respons yang dipelajari.



Pengkondisian klasik membantu kita memahami beberapa aspek pembelajaran dengan lebih baiik. Cara ini membantu menjelaskan bagaimana stimuli netral menjadi diasosiasikan dengan respons yang tak dipelajari dan sukarela.

Pengkondisian operan (Tokoh : B.F. Skinner dan E.L. Thorndike)
Hukum efek (law effect) thorndike menyatakan bahwa perilaku yang diikuti dengan hasil positif akan diperkuat dan bahwa perilaku yang diikuti dengan hasil negative akan diperlemah.

Pengkondisian operan skinner
Penguatan (imbalan) (reinforcement) adalah konsekuensi yang meningkatkan probabilitas bahwa suatu perilaku akan terjadi. Hukuman (Punishment) adalah konsekuensi yang menurunkan probabilitas terjadinya suatu perilaku.
Dalam penguatan positif, frekuensi   respons meningkat karena diikuti dengan stimulus yang mendukung (rewarding). Sedangkan dalam penguatan negative, frekuensi respons meningkat karena diikuti dengan penghilangan stimulus yang merugikan (tidak menyenangkan).
Yang perlu diingat adalah, dalam penguatan positif ada sesuatu yang ditambahkan atau diperoleh, dalam penguatan negative ada sesuatu yang dikurangi atau dihilangkan dan penguatan negative meningkatkan probabilitas terjadinya suatu perilaku, sedangkan hukuman menurunkan probabilitas terjadinya perilaku.




PENDEKATAN KOGNITIF SOSIAL UNTUK PEMBELAJARAN

Teori kognitif sosial (Tokoh : Albert Bandura)
Menyatakan bahwa bahwa factor sosial dan kognitif, dan juga factor perilaku, memainkan peran penting dalam pembelajaran.
Perhatikan bagaimana model Bandura dalam kasus perilaku akademik murid sekolagh menengah yang kita sebut saja sebagai Nila.
·         Kognisi memengaruhi perilaku.
Nila menyususn strategi kognitif untuk berpikir secara lebih mendalam dan logis tentang cara menyelesaikan suatu masalah.
·         Perilaku memengaruhi kognisi.
Proses (perilaku) belajar nila membuatnya mendapat nilai baik, yang pada gilirannya menghasilkan ekspektasi positif tentang kemampuannya dan membuat dirinya percaya diri (kognisi).
·         Lingkungan memengaruhi perilaku.
Sekolah tempat nila belajar baru-baru ini mengembangkan program percontohan keterampilan-belajar untuk membantu murid belajar cara mengelola waktu.
·         Perilaku memngaruhi lingkungan.
Program keterampilan-belajar ini berhasil meningkatkan perilaku akademik banyak murid di kelas nila.
·         Kognisi memengaruhi lingkungan.
Ekspektasi dan perencanaan dari kepala sekolah dan para guru memungkinkan program keterampilan-belajar itu terwujud.
·         Lingkungan memengaruhi kognisi.
Sekolah tersebut mendirikan usat sumber daya dimana murid dn orang tua dapat mencari buku dan materi tentang peningkatan keterampilan belajar. Layanan ini meningkatkan keteerampilan berpikir nila.




Pembelajaran observasional

Pembelajaran observasional juga dinamakan imitasi atau modeling, adalah pembelajaran yang dilakukan ketika seseorang mengamati dan meniru perilaku orang lain.

Model pembelajaran observasional kontemporer bandura
Memiliki proses sebagai berikut :
·        Atensi.
Sebelum murid dapat meniru tindakan model, mereka harus memerhatikan apa yang dilakukan atau dikatakan si model. Atensi pada model dipengaruhi beberapa karakteristik. Misalnya orang yang ramah dan hangat akan lebih diperhatikan ketimbang orang yang dingin dan kaku.
·        Retensi.
Untuk memproduksi tindakan model, murid harus mengodekan informasi dan menyimpannya dalam ingatan (memori) sehingga informasi itu bisa diambil kembali.
·         Produksi.
Anak mungkin memerhatikan model dan mengingat apa yang mereka lihat, tetapi, karena keterbatasan dalam kemampuan geraknya, mereka tidak bisa mereproduksi perilaku model. Belajar dan berlatih serta berusaha dapat membantu untuk meningkatkan kinerja motor mereka.
·         Motivasi.
Sering kali anak memperhatiikan apa yang dikatakan atau dilakukan model, menyimpan informasi dalam memori, dan memiliki kemampuan gerak untuk meniru tindakan model, namun tidak termotivasi untuk melakukannya.

Pendekatan perilaku kognitif dan regulasi diri

Pendekatan perilaku kognitif, penekanannya adalah untuk membuat murid memonitor, mengelola dan mengatur perilaku mereka sendiri, bukan mengontrol mereka melalui factor eksternal. Dan berusaha mengubah miskondepsi murid, memperkuat keahlian mereka dalam menangani sesuatu, meningkatkan control diri, dan mendorong refleksi diri yang konstruktif.

Metode instruksi-diri (self-instructional method) adalah sebuah teknik pguna mengajari individu untuk memodifikasi perilaku mereka sendiri. Metode ini membantu orang mengubah apa yang anggapan mereka tentang diri mereka sendiri.
Bayangkan sebuah situasi dimana murid sekolah menengah atas sangat gugup saat akan menempuh ujian standar, misalnya UN. Murid itu bisa diajak untuk berbicara kepada dirinya sendiri secara positif.

Pembelajaran regulasi diri adalah memunculkan dan memonitor sendiri pikiran, perasaan, dan perilaku untuk mencapai suatu tujuan yang dapat berupa tujuan akademik atau tujuan sosioemosional. Guru, mentor, konselor, dan orangtua dapat membantu murid agar menjadi pembelajar regulasi diri.


sumber :
Santrock, J.W. 2007. Psikologi Pendidikan (edisi kedua). (Penerj. Tri Wibowo B.S).
Jakarta: Kencana.

semoga bermanfaat dan sampai jumpa di post saya selanjutnya ☺
Share:  

0 komentar:

Posting Komentar